Friday, January 13, 2017

“KepadaNyalah Aku berkenan.” (Matius 3:13-17)

“KepadaNyalah Aku berkenan.” (Matius 3:13-17)


Ada dua jenis penyataan Allah; pertama adalah penyataan umum dan kedua adalah khusus. Penyataan umum adalah melalui perbuatan Allah dalam alam semesta. Seluruh umat manusia dapat melihat kebesaran Allah melalui alam semesta ciptaanNya. Sedangkan penyataan khusus dilakukanNya lewat FirmanNya. Untuk itulah Allah mengutus para hambaNya. Penyataan Allah yang terbesar adalah dalam diri Yesus Kristus. (Bnd. Yoh.14:9) Dalam nats ini hal tersebut terdengar jelas oleh suara dari Sorga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (ay. 17) Siapakah Yesus Kristus? Dia adalah Anak Allah yang kekasih, dan Allah berkenan kepada-Nya. Apa artinya itu? Allah berkenan menggenapi seluruh kehendak-Nya dalam diri Yesus Kristus. Seluruh hidup Yesus di dunia ini adalah dalam rangka untuk memenuhi kehendak Allah. Hal itu juga terlihat dalam jawaban Yesus kepada Yohanes Pembaptis saat ia enggan untuk membaptiskan-Nya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (ay.15) Memang rasanya tidak patut karena Yesus lebih besar dari Yohanes, tapi kehendak Allah harus diutamakan. Bagi orang yang berkenan kepada Allah tidak ada hal yang lebih penting selain daripada melakukan kehendak Allah. Itulah Yesus Kristus yang dinyatakan kepada kita hari ini. Sebagai pengikut-Nya hidup kita hendaknya selalu dipersembahkan untuk melakukan kehendak Allah. Terkadang kita diperhadapkan pada situasi dimana kita harus memilih antara kehendak/keinginan kita atau kehendak Allah. Dalam hal ini godaan terbesar adalah memilih kehendak kita karena hal itu sepertinya lebih indah dan menguntungkan bagi kita. Tetapi sebagai orang Kristen sejati kita harus berani memutuskan seperti yang pernah Yesus lakukan: “Bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Luk. 22:42) Bagaimanapun yang baik bagi kita belum tentu baik bagi Allah, tapi yang baik bagi Allah pasti baik bagi kita. Tidak mudah memang tapi hal ini akan bisa kita lakukan apabila kita memberi diri kita dikuasai dan dipimpin oleh Roh Allah. Hanya dengan cara demikian kita dapat menjadi orang yang berkenan kepada Allah. Orang yang dikenan Allah akan selalu disertaiNya dalam segala keadaan, baik suka maupun duka. Amin.

No comments:

Post a Comment